Minggu, 03 September 2023

Cerminan

Hari ini memasuki bulan ketiga "kakak" belajar di TK. Masih canggung. Si sulung yang begitu berhati-hati, meminta untuk ditemani umi ketika minggu-minggu pertama di sekolah. 

Kemaren, kami dikejutkan dengan laporan dari gurunya yang menceritakan bahwa si sulung mengucapkan sebuah kata -yang bagi kami masyarakat Minangkabau- adalah perkataan mengumpat dan jorok. 

Ketika kita di posisi orang tua yang anaknya berubah menjadi "buruk" ketika berada di lingkungan baru, tentu hal ini membuat tidak nyaman. Kita kadang butuh menyalahkan seseorang untuk keburukan yang dilakukan oleh anak. Seseorang harus bertanggung jawab untuk keburukan yang telah di lakukan oleh anak.

Hal umum yang dilakukan oleh orang tua ketika anak berprilaku buruk adalah mengajarkan anak. Dan menyatakan itu buruk.

Tetapi, tahukah parents bahwa ketika anak mendapatkan sesuatu dari lingkungan, anak bukanlah pembelajar pasif. Mereka adalah makhluk yang Allah subhanahuwata'ala berikan fitrah belajar dan bernalar. 

Lalu, bagaimana sikap orang tua dalam merespon perilaku anak tanpa mematikan fitrah belajarnya? 
1. Umi lihat kakak belajar sesuatu hari ini. Hmm..bukankah sangat menarik untuk belajar hal baru?
2. Sayang, tidak semua yang kita pelajari baik. Dan hal baru yang kakak dapatkan ini tidak baik untuk dilakukan/diucapkan. Kita tidak boleh melakukan/ mengucapkannya.
3. Umi penasaran, ketika kakak belajar sesuatu dari teman kakak, apakah mereka juga belajar sesuatu dari kakak? Hmm..kaya kakak bilang, "teman itu kata-kata buruk. Kita nggak boleh ngucapin itu"
Karena kakak tahu gak? Kakak memiliki kekuatan untuk belajar dan juga memiliki kekuatan untuk mengajarkan.

Perlihatkan kepada anak bahwa mereka berpartisipasi aktif dalam suatu komunikasi dengan penuh tanggung jawab dan mereka juga memiliki kekuatan untuk menyampaikan dan memilih apa yang mereka dapatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar